Inilah 8 Macam Kuliner Aceh Yang Paling Dicari

INFOHARIAN365 - Selain kaya dengan wisata alam dan sejarah, Aceh juga kaya dengan beragam kuliner yang menggiurkan. Beragam kuliner ini patut untuk dicoba saat berkunjung ke provinsi ujung Sumatera ini. Rasanya rugi jika sudah berkunjung, tapi luput untuk mencicipinya. Terlebih lagi kuliner-kuliner tersebut dengan sangat mudah dicari dengan harga relative miring.

Nah, sekarang saya coba jabarkan sepuluh kuliner Aceh yang paling enak, sekaligus yang paling sering diburu pengunjung.

Yuk, coba intip!

1. Ayam Tangkap

Ini kuliner paling hit di Aceh. Ayam dipotong kecil-kecil, direndam dalam bumbu khas lalu digoreng. Dihidangkan beserta cabe hijau, daun pandan, daun kari/teumurui yang digoreng dalam wadah yang sama. Rasanya gurih dan renyah. Tampilan menu ini lumayan berantakan. Untuk mencicipi ayamnya kita harus mengacak-acak daun goreng terlebih dahulu, dan mencari ayam di dalamnya. Karena itu, kuliner ini disebut Ayam Tangkap. Menikmati bisa dengan sambal kecap cabe rawit dan bawang merah. Satu porsinya berkisar Rp 20.000-Rp 30.000. Menemukan Ayam Tangkap di Banda Aceh lumayan mudah. Hampir semua warung makan khas Aceh menyajikan menu ini.


2. Sate Matang

Sate Matang termasuk kuliner andalan di Aceh. Tampilannya berbeda dengan sate kebanyakan yang memakai ketupat atau lontong. Sate Matang ini disajikan dengan bumbu kacang, nasi panas, dan kuah kaldu. Jadi jika mencicipi menu ini, ada banyak piring di atas meja kita.
Sate Matang ini biasanya menggunakan daging kambing atau sapi. Rasanya gurih. Terlebih lagi potongan dagingnya lumayan besar. Di Banda Aceh menemukan Sate Matang sangat mudah, terlebih di daerah Peunayong –surganya kuliner malam di Banda Aceh. Setiap porsinya berkisar Rp 20.000-Rp 25.000/porsi.


3. Mie Aceh

Hmmm… siapa yang tidak kenal dengan Mie Aceh? Kelezatannya sudah diakui dimana-mana. Tapi mencicipi langsung kuliner ini di tempat asalnya, tentu jauh nikmat. Bumbu tradisionalnya terasa lebih kentara. Mie-nya lebih kuning. Penyajian mie Aceh sekarang pun semakin variatif dengan beragam campuran seperti daging sapi, daging rusa, daging kambing muda, kepiting, udang, cumi, hingga seafood. Di Banda Aceh, lokasi Mie Aceh yang paling terkenal adalah Mie Razali di daerah Peunayong. Tak salah, jika datang ke Aceh menyempatkan diri untuk mencicipi kuliner ini.


4. Kuah Beulangong (Kari Aceh)

Disebut kuah beulangong sebab dimasak di dalam belanga besar. Ini kari Aceh yang paling lezat. Aromanya sungguh mengundang selera. Kuah Beulangong ini biasa disajikan di siang hari dengan potongan dagi sapi atau kambing. Bumbu tradisionalnya sangat kuat. Harganya berkisar Rp 15.000-Rp 20.000/porsi. Hampir semua rumah makan khas Aceh menyajikan menu ini. Untuk meminimalisir tekanan darah saat mencicipi kuah beulangong, tidak salahnya Anda memesan minuman timun serut..


5. Martabak Aceh

Martabak Aceh patut dicoba, sebab tampilannya berbeda dengan martabak di daerah lain. Martabak Aceh menggunakan lumpia yang dibalut telur yang telah dicampuri bawang merah, cabe, dan daun bawang. Menambah kelezatan, martabak Aceh disajikan dengan acar bawang merah dan cabe rawit. Martabak Ayah adalah martabak yang paling terkenal di Banda Aceh. Harganya lumayan murah, berkisar Rp 8.000/porsi


6. Kue Bhoi

Kue Bhoi adalah bolu khas Aceh yang menyerupai ikan koi yang dimasak dengan cara memanggang. Kue ini bisa bertahan lama hingga berbulan-bulan tanpa bahan pengawet. Paling enak dicicipi dengan teh manis. Karena teksturnya padat, kue Bhoi cepat bikin kenyang. Sangat cocok untuk dibawa saat perjalanan. Selain di Pasar Aceh, kue Bhoi juga bisa ditemukan di sentral kue tradisional Aceh di Lampisang yang bersebelahan dengan rumah Cut Nyak Dhien.


7. Timphan

Sama halnya dengan kue bhoi, kue timphan ini adalah kudapan khas Aceh. Timphan dengan mudah diperoleh di seluruh warung kopi di Aceh. Ciri khas kue ini adalah dibalut dengan daun pisang muda yang telah dikukus. Isinya pun beragam, mulai dari kelapa gula, asokaya (selai dari telur dan santan), hingga rasa durian. Harganya pun relatif murah Rp. 1000/buahnya.


8. Rujak Aceh

Rujak Aceh ini terdiri dari beragam buah yang dicincang kasar. Kemudian potongan buah ini dicampur dengan ulekan sambal yang terdiri dari cabe rawit, gula merah, dan kacang tanah. Selain itu juga ada rujak yang biasa disebut buah segar. Rujak jenis ini memisahkan potongan buah dengan sambalnya. Di Banda Aceh, tempat rujak paling terkenal adalah Rujak Garuda. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Masjid Raya Baiturrahman. Selain itu juga ada rujak Blang Bintang, yang lokasinya berdekatan dengan bandara Sultan Iskandar Muda. Duduk disini, pengunjung bisa menyantap rujak sambil melihat pesawat terbang. Harganya variatif, berkisar Rp 8.000-Rp 10.000/porsi.


Nah, gimana? Ada banyak pilihan kuliner yang bisa dicoba selama di Aceh. Sekarang tinggal kamu menentukan kuliner mana yang akan dicoba!