5 Destinasi Wisata Di Kepulauan Kei Yang Memesona

INFOHARIAN365 - Kepulauan Kei Kabupaten Maluku Tenggara memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa dan saat ini sudah terjangkau serta memiliki infrasturktur yang cukup memadai untuk dikunjungi wisatawan. langsung saja kita lihat keindahan dari Kabupaten Maluku Tenggara di bawah ini :

1. Pantai Ngur Sarnadan, Ohoi Lilir



Pantai Ngur Sarnadan memiliki pasir yang sangat halus dan bersih serta air lautnya juga sangat jernih, sehingga piknikzoners dapat melihat terumbu karang dan berbagai macam jenis ikan dengan sangat jelas. Di pantai ini, aktivitas yang bisa dilakukan yaitu memancing, berenang maupun snorkeling.

Capek berkeliling? Tenang saja, di pantai ini terdapat terdapat gubuk-gubuk yang biasa digunakan penduduk untuk menjual kuliner khas Maluku seperti ikan bakar, enbal (makanan khas Kei), kelapa muda, ubi, pisang goreng yang bisa melepas rasa lapar. Pantai ini terkenal dengan sunsetnya yang indah.

2. Pantai Pasir Panjang – Ngurbloat, Ohoi Ngilngof



Pantai ini memiliki garis pantai yang sama dengan Pantai Ngur Sarnadan. Panjang garis pantai ini mencapai lebih dari 2 km. Di sepanjang pantai ini terdapat saung-saung yang bisa disewa dari masyarakat lokal sambil menikmati kuliner khas setempat. Sama dengan pantai Ngur Sarnadan, pantai  inipun sangat nyaman untuk dipakai berenang dan leyeh-leyeh sambil menikmati sunset. Pantai Ngurbloat juga dinobatkan sebagai pantai dengan pasir paling halus di dunia oleh majalah National Geographic.

3. Gua Hawang



Keindahan pesona Indonesia tersimpan pula di tempat tersembunyi. Bila wisatawan selama ini hanya mengetahui tentang Pulau Kei yang menyuguhkan keindahan pantainya yang eksotis,ternyata juga menyimpan keindahan dalam gua. Gua tersebut diberi nama Gua Hawang yang terletak di Desa Letyuan, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Gua yang dikelilingi hutan ini memiliki kolam yang airnya jernih. Bahkan, lokasinya hanya berjarak 15 km dari Kota Tual.

Daya tarik utama dari tempat wisata ini adalah stalaktit yang sangat menarik. Keanekaragaman budaya dan adat istiadat yang ada di Indonesia membuat munculnya sebuah cerita mitos di hampir setiap tempat wisatanya, tak terkecuali Gua Hawang.

Konon, seorang pria dan anjingnya telah dikutuk menjadi batu setelah meminum air Gua tersebut. Wisatawan dapat melihat bagaimana perwujudan batu kutukan yang dimitoskan masyarakat setempat. Selain itu, kolam air di dalam Gua merupakan daya tarik tersendiri. Air tersebut berasal dari sumber air dalam tanah.

4. Pasir Timbul Ngurtavur – Habitat Burung Pelikan 


Negeri kita tercinta ini, Indonesia, memang begitu indah, bagaikan surga dengan berjuta keindahan yang mampu memuaskan mata dan hati. Wisata pantai yang tesedia dari belahan barat hingga timur Indonesia menjadi sebuah keunggulan Indonesia yang diberikan Sang Pencipta untuk kita semua. Keindahan itu salah satunya dapat Anda nikmati di Pantai Ngurtavur.

Pantai Ngurtavur berada di Pulau Waha, tepat di depan Pulau Warbal. Pulau Waha memiliki pantai berpasir putih yang menjorok atau memanjang tanpa putus ke tengah lautan sepanjang 2 km dan lebar 7 meter.

Di pantai jernih yang dihiasi oleh rimbun dan hijaunya pepohonan ini, kita bisa bersantai merasakan halusnya sentuhan pasir pantai di telapak kaki. Jika mau, kita juga bisa melakukan kegiatan lainnya seperti berenang dan snorkeling. Sementara pemandangan daratan pantai ini begitu memesona, pemandangan bawah lautnya pun akan memukau mata. Bahkan terumbu karang di pantai ini dapat dilihat langsung dari atas kapal. Berbagai species ikan juga terlihat hilir mudik kian kemari seolah ingin mengajak kita bermain.

Untuk bisa menikmati berbagai keindahan Pantai Ngurtafur memang membutuhkan perjalanan yang tidak sebentar namun percayalah ketika Anda tiba di pantai ini semua keletihan akan terbayarkan. Karena pantai ini bukan gurauan dan juga bukan khayalan.

Ngurtavur merupakan habitat burung Australian Pelikan (Pelecanus conspicillatus) yang sedang bermigrasi ke Maluku dari tempat tinggal mereka di Australia dan Papua Nugini.

Ketika berkunjung ke sini, disarankan untuk membawa perbekalan makanan dan minuman karena tidak ada warung di sekitar area Ngurtafur. Waktu terbaik menuju tempat indah ini adalah antara April hingga Mei dan Oktober hingga Desember. Itu karena cuacanya terbilang sedang cerah dan ombak pantai cenderug tenang.

5. Pulau Bair


Kota Tual mungkin terdengar asing ditelinga beberapa orang Indonesia karena lokasinya yang terpencil di Maluku dan bersebelahan dengan Kabupaten Maluku Tenggara yang terkenal dengan Pasir putih halusnya yaitu pantai Pasir Panjang atau Ngurbloat. Tapi siapa sangka Kota Tual menyimpan pulau tersembunyi yang belum di explore oleh wisatawan. Salah satunya adalah Pulau Bair.

Pulau Bair memiliki keunikan dan daya tarik yang berbeda dengan pulau pulau kecil di sekitarnya, yaitu memiliki 2 teluk dengan air laut jernih dan tenang, vegetasi mangrove dan tebing batu. Sekilas Pulau Bair mirip dengan Raja Ampat Papua tapi dalam skala kecil. Pulau Bair juga sebagai tempat hidup anak ikan Hiu jenis Blackpit.

Perjalanan munuju pulau Bair sangatlah mudah. Dari pusat Kota Tual kalian harus menuju ke Desa Dullah Darat dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Kita juga bisa menggunakan angkutan umum seperti ojek dan angkot dengan lama perjalanan sekitar 30 menit.

Setelah sampai di Desa Dullah Darat, dilanjutkan dengan perjalanan laut dengan menggunakan speed boat yang berada di dermaga Desa Dullah.

Bagi yang ingin berkunjung ke Pulau Bair sebaiknya berkunjung pada bulan Maret hingga Agustus, karena pada saat itu ombak laut tidak terlalu kencang. Bawahlah sunblock, makanan dan minuman yang cukup, dan yang terpenting membawa pulang sampah sisa makanan dan minuman Anda untuk tetap menjaga kelestarian alam.