Menilik Sejarah Panjang Seni Ukir Tiga Dimensi Dongyang

Menilik Sejarah Panjang Seni Ukir Tiga Dimensi Dongyang

INFOHARIAN365 - Ukiran Jepara merupakan kesenian yang terkenal di seluruh Indonesia hingga mancanegara. Ukir-ukiran dari daerah ini terkenal karena detailnya yang rumit. Bahkan ada yang tiga dimensi. Kalau Indonesia punya ukiran Jepara, China punya seni ukir tiga dimensi Dongyang.

Seni ukir Dongyang memiliki sejarah panjang berusia ribuan tahun. Jenis kesenian ini berkembang sejak zaman Dinasti Tang dan mencapai masa kejayaannya pada zaman Dinasti Ming dan Qing. Namanya diambil dari daerah tempat berkembangnya kesenian tersebut, yaitu Dongyang yang berada di Provinsi Zhejiang, dekat Shanghai.



Kesenian Dongyang disebut-sebut sebagai salah satu seni ukir relief terindah di dunia. Ukiran menampilkan relief yang terdiri dari potongan-potongan gambar tiga dimensi. Bisa ditemui pada benda sehari-hari seperti laci, lemari, meja, dan kursi. Setiap bagian menampilkan detail kecil dan halus yang diukir dengan presisi tinggi. Semuanya dibuat dari satu potong kayu utuh.



Jejak-jejak kejayaan seni ukir Dongyang bisa dijumpai di bangunan-bangunan peninggalan kerajaan yang ada di Beijing, Suzhou, Hangzhou, dan Provinsi Anhui. Salah satu yang masih awet hingga sekarang adalah ornamen ukiran yang ada di Istana Terlarang dan Pagoda Leifeng.

Saat ini hanya beberapa bengkel di Dongnyang yang masih memproduksi ukiran Dongyang. Pembuatan ukiran seperti ini membutuhkan waktu dan dedikasi yang besar. Karena itulah, tak banyak generasi muda yang masih menekuninya.