Menikmati Keindahan Pesona Pantai Lampuuk Aceh

Menikmati Keindahan Pesona Pantai Lampuuk Aceh

INFOHARIAN365 - Sejak sebelum terjadinya tsunami sampai dengan saat ini, Pantai Lampuuk tetap menjadi tujuan wisata bagi masyarakat Aceh dan wisatawan baik itu wisatawan domestik maupun luar negeri.

Pantai ini memiliki pasir yang berwarna putih, air lautnya berwarna hijau kebiruan dan rindangnya pohon pinus di pinggir pantai membuat Pantai Lampuuk terkesan teduh dan asri.

Pada saat terjadi tsunami, pesona Pantai Lampuuk sedikit meredup, lokasi di sekitar pantai hancur berantakan dan hanya ada 1 bangunan yang tersisa yaitu Masjid Rahmatullah Lampuuk. Bencana ini tentunya memberikan trauma bagi masyarakat Aceh sehingga banyak masyarakat yang tidak mau untuk pergi ke pantai. Namun lambat laun trauma tersebut telah menghilang.

Saat ini telah dilakukan pembangunan dan perbaikan pada obyek wisata ini, sehingga membuat pesona Pantai Lampuuk kembali cantik. Oleh karena itu, wisatawan yang berlibur ke Pantai Lampuuk semakin bertambah setiap tahunnya.


Berjalan di atas pasir putih, bersantai sambil berjemur di tepi pantai, berselancar, snorkeling, menyelam dan bermain banana boat semua nya bisa di lakukan di Pantai Lampuuk. Pantai yang menghadap langsung ke Samudera Hindia ini memberikan sensasi ombak yang menantang bagi wisatawan yang hobi berselancar. Kehidupan biota lautnya juga sangat menarik untuk dijelajahi.

Bagi wisatawan yang tidak menyukai snorkeling dan berselancar, berjalan di atas pasir putih sembari menelusuri tepi pantai sepanjang 5 km, dengan ditemani percikan ombak dan hembusan ramah angin pantai merupakan suatu kegiatan yang tidak kalah menyenangkan. Terdapat tebing tinggi yang terjal di ujung Pantai Lampuuk, seakan menantang para wisatawan yang memiliki hobi panjat tebing.

Kegiatan lain yang unik di pantai ini, dan tidak dapat wisatawan temukan di Pantai Kuta, yaitu mengunjungi konservasi penyu. Tempat konservasi penyu ini terdapat di Babah Dua. Wisatawan dapat melihat sejumlah tukik (bayi penyu) yang ditampung di dalam kolam kecil.

Tukik-tukik ini akan dilepas ke laut jika telah cukup dewasa, sehingga tukik-tukik tersebut mampu untuk bertahan di alam bebas. Ini merupakan suatu program yang bertujuan untuk melestarikan kelangsungan hidup penyu. Oleh karena itu, tidak setiap hari tukik-tukik tersebut dilepas ke laut.

Semoga saja pada saat wisatawan berkunjung ke sana, ada acara pelepasan tukik ke laut bersama dengan penduduk setempat. Wahana ini bisa menjadi sarana pendidikan yang baik bagi anak-anak. Mereka akan belajar bagaimana cara untuk menjaga dan melestarikan kehidupan alam.


Pesona Pantai Lampuuk bisa dinikmati dengan cara melewati 4 buah pintu masuk. Melalui pintu ini, wisatawan dapat berkunjung ke pantai dengan ruas yang berbeda. Setiap pintu diberi nama secara berurutan dari posisi selatan sampai ke utara, yaitu : Babah Satu, Babah Dua, Babah Tiga dan Babah Empat.

Wisatawan asing biasanya melalui Babah Tiga, dimana pada ruas pantai ini sangat asyik untuk kegiatan berselancar atau bersantai di pinggir pantai sembari menikmati sinar mentari. Bagi wisatawan lokal, mereka lebih senang melalui Babah Satu dan Babah Dua untuk masuk ke areal pantai.

Ketika hari menjelang sore, tercipta pemandangan yang indah di sepanjang pantai. Dengan diiringi hembusan semilir angin pantai, betapa nikmatnya tidur di atas pasir sembari menunggu terbenamnya matahari. Sungguh begitu indah pemandangan sore yang cerah di Pantai Lampuuk.

Terlihat beberapa wisatawan segera mengambil kamera untuk mengabadikan momen yang indah ini. Mereka mencari titik yang pas untuk foto siluet dengan latar belakang terbenamnya matahari di tepi pantai, sehingga dapat menghasilkan sebuah foto yang berkelas.